STRUKTUR ORGANISASI

      Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor: PER.005/M.PPN/10/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama, Staf Ahli, dan Inspektur Utama, dan 9 Deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu, serta 2 Pusat.
Susunan organisasi BAPPENAS terdiri atas:
  1. Kepala;
  2. Wakil Kepala;
  3. Sekretaris Meneg PPN/Sekretaris Utama Bappenas;
  4. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan;
  5. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan;
  6. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan Usaha Kecil Menengah;
  7. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Ekonomi;
  8. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;
  9. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Sarana dan Prasarana;
  10. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah;
  11. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan;
  12. Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan;
  13. Inspektur Utama;
  14. Staf Ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional;
  15. Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana;
  16. Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan;
Sumber :http://bappenas.go.id/node/37/1568/struktur-organisasi/





Contoh Gambar Struktur Organisasi :

Sumber : 
http://pustaka.litbang.deptan.go.id/new/index.php?option=com_content&view=article&id=10&Itemid=17

Struktur Organisasi

Posted by : Unknown 0 Comments

Pentingnya Organisasi

Hey semuanya,
Kembali lagi saya membuka blog saya ini untuk memposting informasi-informasi yang mungkin bermanfaat untuk kalian semua. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang “Arti Pentingnya Organisasi”. Sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu apa itu organisasi. Oke pelajaran dimulai saja.
Dibawah ini adalah pengertian organisasi dari para ahli :
1)  Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2)  Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3)  Menurut Chester I. Bernard, Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Sebenarnya masih banyak lagi pengertian organisasi dari para ahli, karena pengertian organisasinya secara keseluruhan hampir sama, maka hanya 3 yang saya cantumkan diatas. Kalau menurut saya sendiri organisasi itu adalah sekumpulan sistem aktifitas kerja yang di bentuk agar mencapai tujuan apa yang menjadi visi dari suatu sistem tersebut yang dilakukan oleh beberapa orang.
Nah setelah mengetahui apa itu organisasi, sekarang kita membahas ciri-ciri organisasi dan unsur-unsur yang terdapat didalam organisasi.
Ciri – ciri  dulu nih yang kita akan bahas teman.
Kita dapat mengetahui organisasi jika mempunyai ciri-ciri berikut ini
  • Adanya komponen / atasan dan bawahan .
  • Adanya kerja sama.
  • Adanya tujuan.
  • Adanya sasaran.
  • Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
  • Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
Seperti itulah kurang lebihnya ciri-ciri  organisasi, Jika kalian ingin membentuk suatu organisasi perhatikan ciri-ciri tersebut agar organisasi yang kalian buat nanti akan berjalan dengan baik dan sesuai apa yang menjadi tujuan organisasi kalian.
Tidak hanya ciri-ciri yang harus diperhatikan teman, kita juga harus memperhatikan atau mengetahui unsur-unsur yang terdapat pada organisasi. Berikut ini adalah unsur-unsur yang terdapat pada organisasi pada dasarnya.
Pada dasarnya organisasi-organisasi selalu memiliki unsur-unsur :
  • Personil atau anggota yang menggabungkan diri kedalam ikatan formal.
  • Visi, yaitu pandangan atau citra para anggota mengenai keadaan organisasinya di masa depan dan tujuan, yaiut apa yang mau dicapainya yang sesuai dengan visinya tadi.
  • Misi organisasi, atau tugas besar yang harus diemban oleh organisasi dan tugas atau fungsi yang dibagikan kepada anggota untuk dilaksanakan.
  • Wewenang, yang merupakan legitimasi hak bertindak tiap orang dalam melaksanakan tugas.
  • Struktur, yang menunjukkan kedudukan tiap orang didalam kelompoknya.
  • Hubungan-hubungan, yang menjadi dasar kerjasama antar anggota.
  • Formalitas, yaitu aturan tretulis yang mengatur semua unsur agar menjadi resmi, sehingga organisasi menjadi formal.
  • Sumber energi, yang mendukung gerak kelompok atau organisasi, sehingga organisasi selalu dinamis. Tak ada organisasi yang statis, kecuali bagan strukturnya yang ditempel didinding kantor.
  • Proses kegiatan organisasi yang dilakukan oleh semua orang untuk mencapai tujuan (administrasi). Di dalam administrasi inilah adanya proses khusus yang disebut manajemen.
Antar unsur-unsur ini ada saling kaitan dan saling berinteraksi, dalam arti saling mempengaruhi dan saling bergantung sehingga juga saling menentukan agar secara keseluruhan organisasi berfungsi mencapai tujuannya secara efisien.
Kesimpulannya adalah betapa pentingnya organisasi bagi kehidupan kita, karena hampir setiap aspek kehidupan kita tidak lepas dari apa yang dinamakan organisasi. Organisasi dibentuk agar kita dapat menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan dengan cara bekerjasama antara satu sama lain didalam suatu organisasi.
Sumber :

Pentingnya Organisasi

Posted by : Unknown 0 Comments

Bentuk-Bentuk Organisasi


Organisasi Sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Seperti misalnya arisan ibu – ibu. Ini hanyalah salah satu contoh kecil dari organisasi sosial. Ada juga perkumpulan karang taruna. Jadi biasanya organisasi sosial kebanyakan ada di pedesaan/perumahan. Tapi ada juga yang mencakup wilayah yg luas. Seperti kelurahan. Itu juga termasuk salah satu organisasi.

Organisasi Informal yaitu keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.

Organisasi Niaga yaitu organisasi yang mempunyai tujuan utamanya suatu keuntungan dalam organisasi itu sendiri. Bentuk-bentuk organisasi niaga cukup banyak juga yaitu :
1. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki.
Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Kosong.
Perbedaannya:
PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar modal (go public) dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum. Sedangkan
PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.

2. Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.

3. Joint Ventura 
Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

4. Koperasi
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

Jenis-jenis koperasi antara lain:
a. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
c. Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.

5. Kartel
Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi.



Sumber :
http://kahfiehudson.wordpress.com/2011/12/13/tugas-2-bentuk-bentuk-organisasi/

Bentuk Organisasi

Posted by : Unknown 0 Comments

Tipe Organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
  • Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

  • organisasi informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

Mungkin setiap pengusaha ataupun perusahan mempunyai organisasi. Organisasi ini sendiri sangat penting bagi pemilik perusahaan yang di antara lain meliputi:
1.      Organisasi Berdasarkan Tujuannya
·         Profit Oriented Organization
Tujuan organisasi jenis ini adalah untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Manfaat yang di dapat dari suatu perusahaan yang menganut jenis organisasi ini hanya untuk faktor internal. Artinya, hanya orang-orang yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut yang akan memperoleh manfaatnya.

·         Non Profit Oriented Organization (Organisasi Sosial)
Tujuan organisasi jenis ini tidak untuk mencari keuntungan. Tujuan utama dari organisasi jenis ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. dalam hal ini, masyarakatlah yang memperoleh manfaatnya. Organisasi sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat. Terbentuknya organisasi sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan, kemudian timbul aturan-aturan.

2.      Organisasi Berdasarkan Tipe atau Bentuknya
·         Organisasi Lini (Line Organization)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri :
ü  Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
ü  Jumlah karyawan sedikit
ü  Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
ü  Belum terdapat spesialisasi
ü  Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
ü  Struktur organisasi sederhana dan stabil
ü  Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
ü  Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
ü  Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
ü  Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
ü  Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
ü  Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
ü  Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
ü  Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
ü  Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
ü  Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
ü  Adanya penghematan biaya
ü  Pengawasan berjalan efektif
Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
ü  Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
ü  Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
ü  Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
ü  Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
ü  Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
ü  Kurang tersedianya saf ahli

·         Organisasi Lini dan Staff (Line and Staff Organization)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
Ciri-ciri :
ü  Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
ü  Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
ü  Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
ü  Jumlah karyawan banyak
ü  Organisasi besar, bersifat komplek
ü  Adanya spesialisasi
Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staff :
ü  Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
ü  Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
ü  Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
ü  Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
ü  Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
ü  Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
ü  Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
ü  Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli
Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staff :
ü  Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
ü  Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
ü  Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
ü  Pimpinan lini mengabaikan advis staf
ü  Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
ü  Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
ü  Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
ü  Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

·         Organisasdi Fungsional  (Functional Organization)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Ciri-ciri :
ü  Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
ü  Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
ü  Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
ü  Target-target jelas dan pasti
ü  Pengawasan ketat
ü  Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
ü  Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
ü  Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
ü  Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
ü  Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
ü  Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
ü  Pembidangan tugas menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional :
ü  Pekerjaan seringkali sangat membosankan
ü  Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
ü  Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

·         Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Function Organization)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
Ciri-ciri :
ü  Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
ü  Terdapat spesialisasi yang maksimal
ü  Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja
Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
ü  Solodaritas tinggi
ü  Disiplin tinggi
ü  Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
ü  Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
Kelemahan-kelemahan organisasi Lini dan Fungsional :
ü  Kurang fleksibel dan tour of duty
ü  Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
ü  Spesiaisasi memberikan kejenuhan

Sumber :

Tipe-tipe organisasi

Posted by : Unknown 0 Comments
►

- Copyright © Hendy_Blogger - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -